Jawa Timur

11 Tempat Wisata Mojokerto Yang Unik Dan Menyimpan Banyak Sejarah

Tempat Wisata Mojokerto cukup banyak menarik minat para pengunjung. Mulai dari candi, pegunungan, situs budaya, spot foto yang instagramable, serta air terjun yang menyejukkan. Untuk urusan wisata, Mojokerto tidak kalah dengan kabupaten besar di dekatnya seperti Surabaya dan Malang. Mojokerto adalah kabupaten kecil yang berada di Jawa Timur. Mojokerto menyimpan tempat-tempat wisata unik yang dapat dikunjungi para travelers.

Hanya saja pesonanya masih sangat tersembunyi jadi masih jarang yang mendatanginya. Namun jangan salah, wisata tersembunyi seperti inilah yang wajib dieksplor. Sebab nuansanya pun masih bersih dan alami. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi tempat wisata unik dan indah di Mojokerto.

Maha Vihara Mojopahit

vihara wisata mojokerto

Wisata Mojokerto yang akan dibahas pertama kali adalah Vihara Mojopahit. Vihara ini dibangun diatas lahan 20.000 meter persegi yang berlokasi di Jl. Raya Trowulan, Desa Bejijong, Mojokerto. Vihara ini memiliki gaya arsitektur tradisional Jawa dengan Joglo sebagai atapnya.

Vihara ini dibangun pada tahun 1987 yang diprakarsai oleh Bhante Viryanadi. Diresmikan pada bulan Desember tanggal 31 tahun 1989 oleh Bhante Ashin Jinarakkhita dan Gubernur Jawa Timur. Vihara ini merupakan kebanggaan masyarakat yang memeluk agama Buddha di Jawa Timur.

Pada perayaan tertentu, Vihara ini akan ramai dengan masyarakat Jawa Timur yang memeluk agama Buddha. Untuk itu, jika ingin berkunjung kesini diharapkan tidak datang ketika libur perayaan agama Buddha. Agar tidak mengganggu ibadah pemeluk Buddha yang lain.

Vihara ini merupakan perwujudan keberadaan Buddhisme di Mojokerto. Karena dulunya, Mojokerto adalah pusat perkembangan agama Buddha-Hindu. Untuk masuk ke tempat ini para travelers cukup membayar tiket kebersihan sebesar Rp. 3.000 untuk orang dewasa dan Rp 2.000 untuk anak kecil. Buka setiap hari dari mulai pukul 09 pagi hingga pukul 05 sore.

Patung Budha Tidur

patung budha tidur

Wisata Mojokerto yang satu ini berbentuk patung budha yang sedang tertidur dengan berbantalkan lengannya dan menghadap ke sebelah kanan. Patung ini berlokasi yang sama dengan Vihara Mojopahit yaitu di Jl. Raya Trowulan, Desa Bejijong, Mojokerto. Patung ini berada di Vihara Mojopahit yang sarat akan budaya Hindu-Buddha.

Patung Budha tidur ini sendiri merupakan patung terbesar ketiga se- Asia Tenggara dan merupakan patung terbesar di Indonesia, lho. Hebat, kan. Bentuk patung Budha tidur ini menggambarkan sosok Buddha Gautama yang dibuat dari bahan beton serta oleh YM Viryanadi Maha Tera pada tahun 1993.

Menurut kepercayaan Buddha, patung buddha atau rupang buddha ini menggambarkan sosok Buddha Gautama yang sudah mencapai kesuciannya. Karena wujud dibuatkannya rupang ini adalah untuk menghormati para Buddha dan murid-muridnya yang sudah mencapai kesucian. Patung ini sebagai arah untuk para Buddhisme membaca kitab suci yaitu Selatan.

Bagi yang ingin ke tempat ini, tiket masuknya dikenakan sama dengan Vihara Mojopahit dan waktu buka serta tutupnya pun sama.

Puncak Jengger

puncak watu jengger mojokerto

Wisata yang selanjutnya adalah Puncak Jengger yang berlokasi di Jatirejo, Mojokerto, Jawa Timur. Puncak ini adalah puncak favorit bagi pendaki pemula karena medan pendakiannya belum terlalu ekstrem atau masih terbilang aman.

Puncak ini tingginya berkisar sekitar 1100 meter dari atas permukaan laut. Jalanan yang terjal menjadi awalan bagi para pendaki yang ingin ke tempat ini. Sayangnya, akses ke tempat ini masih lumayan susah untuk dijangkau. Ditambah dengan jalanan aspal yang mulai rusak membuat para travelers yang ingin ke tempat ini dengan menggunakan sepeda motor kesulitan.

Jika ingin ke tempat ini, para travelers dapat melewati arah ke candi tikus. Ikuti arah ke Jatirejo dan Wonosalam. Selanjutnya terus ikuti persimpangan ke arah Desa Lebak.  Lalu kemudian jalan terus sampai ke arah ujung Desa Nawangan. Setelah itu akan ada arah panah yang memandu para travelers. Harap berhati-hati ketika memasuki Kawasan ini karena jalanannya yang mulai rusak.

Untuk harga tiket masuk ke puncak ini masih terjangkau yaitu Rp 10.000 per orang dan Rp 5.000 untuk parkir kendaraan bermotornya. Tempat ini buka setiap hari dan 24 jam sehingga memudahkan para travelers yang ingin menikmati sunrise maupun sunset. 

Baca Juga : 5 Makanan Khas Gresik Jatim Adalah Jubung, Nasi Krawu, Bonggolan, Otak Bandeng DLL

Baca Juga :   6 Foto Pantai Sendang Biru Malang Jawa Timur, Ini Info Dimana Rute Peta + Harga Tiket Masuk

Pendakian Gunung Penanggungan

gunung penanggungan wisata mojokerto

Wisata Mojokerto yang lainnya adalah pendakian Gunung Penanggungan yang berlokasi di Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur. Pendakian ini menggunakan via Tamiajeng. Gunung Penanggungan ini sendiri adalah gunung istirahat di Jawa Timur. Penampakannya yang mirip seperti Semeru membuat gunung ini disebut sebagai Miniatur Semeru.

Bagi para travelers yang ingin mendaki dengan suasana ngadem dapat memilih gunung penanggungan ini. Puncaknya yang disebut sebagai Puncak Prawitra atau yang berarti kabut membuat gunung menjadi favorit bagi para pendaki. Gunung ini berada di dua kabupaten yaitu Pasuruan dan Mojokerto dan berada di ketinggian 1.653 mdpl.

Melalui via Tamiajeng, jalur pendakian ke Gunung Penanggungan ini akan menjadi lumayan singkat. Jalur ini sudah termasuk jalur resmi selain jalur melalui Jolotundo yang lebih Panjang. Selama menuju ke puncak, para travelers akan bertemu dengan beberapa pos pengamanan. Jadi tidak perlu takut bagi para pemula yang ingin ikut mendaki. Buka setiap hari dan waktu 24 jam membuat tempat ini tidak pernah sepi.

Para travelers cukup membayar harga tiket Rp 8.000 untuk masuk ke Gunung Penanggungan ini. Sebagai bonus, para travelers akan diberi kantung plastic besar untuk sampah dan stiker kalau beruntung.

Baca Juga : 4 Tempat Wisata di Mojokerto Dekat Stasiun SELAIN Objek Patung Budha Tidur

Bumi Perkemahan Dlundung

tempat wisata mojokerto perkemahan dlundung

Tempat wisata yang satu ini merupakan Kawasan alam yang masih asri. Tempat lokasi ini berada di Kawasan daerah Trawas, Mojokerto. Kawasan bumi perkemahan ini merupakan favorit bagi wisata keluarga di Jawa Timur. Para travelers akan diajak untuk menikmati rimbunnya pepohonan di hutan yang masih alami serta air terjun yang sejuk dan jernih.

Wisata Mojokerto ini lumayan ramai ketika akhir pekan tiba. Karena daya tariknya ini, banyak wisatawan dalam dan luar kota serta mancanegara yang ingin mengunjungi tempat ini. Dengan membayar tiket seharga Rp 10.000 per orang ketika weekdays dan Rp 20.000 per orang ketika weekend.

Sayangnya, belum ada tempat parkir khusus untuk kendaraan di Kawasan ini. Namun, keamanan yang ditawarkan cukup terjamin. Untuk membayar uang parkir, para travelers cukup membayar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil ketika weekdays. Sedangkan ketika weekend Rp 5.000 Rupiah untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Mojokerto OBECH Rafting

Bagi yang suka tempat wisata antimainstream cobalah datang ke OBECH Avontur atau yang biasa disebut dengan Arung Jeram OBECH. Lokasi tempat wisata ini ada di jalan Pacet Cangar KM No. 1,  tepatnya ada di Desa Sajen, Mojokerto. Wahana air ini dapat memuaskan rasa petualang para travelers. Wahana ini memiliki beberapa trip yang disesuaikan dengan ketinggian dan jarak tempuh arung jeram itu sendiri.

Trip yang popular adalah trip mahameru. Dengan Panjang perjalanan 10 km dan jarak tempuhnya yang berdurasi 3 jam membuat adrenalin para travelers terpacu dengan rute perjalanan yang berkelok serta arusnya yang deras. Tingkat kemiringannya yang sekitar 20-60 derajat serta jeramnya yang berjumlah 90 jeram membuat para travelers dapat merasakan keseruan di wahana dengan trip ini.

Wisata Mojokerto ini menggunakan arus sungai kromong yang lumayan deras. Setiap trip dipatok harga mulai dari kisaran Rp 150.000 sampai Rp 250.000 per orang untuk setiap 6 orang dalam paketnya. Harga ini sudah meliputi tiket masuk ke air panas serta shuttle transport dari basecamp ke start point dan beberapa keuntungan lainnya.

Wahana arung jeram ini mulai beroperasi dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 4 sore. Sayangnya, harga yang lumayan mahal menjadi kendala bagi beberapa travelers. Namun, tidak usah ragu. Bagi yang datang secara berkelompok dapat lebih menghemat biaya karena akan mendapat diskon untuk menikmati wahana ini.

Balai Pelestarian Cagar Budaya

Tempat wisata yang satu ini berupa kantor unit pelaksana teknis Kemendikbud kota Jawa Timur yang berlokasi di Jl. Majapahit No. 141-143, Kecamatan Trowulan.  Bagi para travelers yang menyukai hal berbau sejarah, dapat mengunjungi tempat ini.

Menurut Penetapan Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional Dengan SK. Menteri, tempat ini memiliki 240 objek situs budaya yang terdiri dari situs, makam, prasasti dan beberapa barang yang menjadi koleksi museum.

Objek paling terkenal dan sering didatangi adalah Makam Sunan Bonang, Makam Sunan Giri, Makam Ibrahim Asmoro Qondi, Makam Sunan Drajat, Makam Air Mata Ibu, Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tempat ini masih berbentuk kantor unit, jadi bagi para travelers dimohonkan untuk tidak mengganggu proses atau pekerjaan pegawai yang ada disini. Serta jam buka dan tutupnya pun disesuaikan dengan waktu jam kerja yang dimulai dari 07.30 pagi hingga 16.30 sore. Untuk masuknya, para travelers tidak dipungut biaya asal dimohonkan tetap menjaga sikap selama berada disana.

Situs Siti Inggil

Wisata Mojokerto yang satu ini merupakan petilasan Sang Pendiri Majapahit yaitu Raden Wijaya. Tempat ini ada pada jalan Bejijong di Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Komplek Siti Inggil merupakan tempat dimana Raden Wijaya mendapat Wahyu Keprabon. Petilasan Raden Wijaya sendiri merupakan cikal bakal muncul Kerajaan Majapahit di tahun 1293.

Sebelumnya petilasan ini terkenal dengan sebutan Lemah Geneng yang berada di dusun Kedungwulan, Bejijong. Di era Raden Wijaya itu, situs ini adalah situs pertama dari Raja yang mempunyai nama gelar Brawijaya atau Kertajasa Jayawardhana.

Makam Siti Inggil ini diklaim sebagai makam asli karena pada pembongkaran di tahun 1970, ditemukannya kerangka manusia dengan panjang 170 cm.  kerangkanya dibawa ke pendopo untuk dimakamkan kembali secara layak. Sebenarnya, tradisi untuk memakamkan orang sudah meninggal ini dikenalkan oleh Agama Islam. Pada masa kerajaan Majapahit, mereka biasa menyebutnya dengan mukso atau diperabukan.

Para travelers harap mengucapkan kata ‘permisi’ ketika memasuki situs ini karena situs ini merupakan situs suci serta keramat. Dimohonkan untuk menghormatinya agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Tempat ini terbuka untuk umum pada setiap hari dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore dengan membayar tiket seharga Rp 3.000 per orang.

Kampung Majapahit

Wisata Mojokerto kali ini masih di komplek yang sama dengan Vihara Majapahit yaitu di Jl. Candi Brahu No. 25, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Kerajaan Majapahit masih menjadi perbincangan karena masa kejayaannya yang membawa pengaruh pada agama di Indonesia. Berjaya di tahun 1293 M hingga 1500 M membuat Kerajaan Majapahit memberi cukup banyak sejarah pada masyarakat Jawa Timur.

Kampung Majapahit ini langsung terlihat berbeda ketika para travelers memasuki gerbangnya. Rumah-rumah yang bergaya kuno berdiri kokoh dengan arsitektur pendopo Jawa. Rumah-rumah itu adalah khas Kerajaan Majapahit dimana rumah terbuka dengan 4 tiang kayu, lantai batu sungai yang ditutup batu berwarna merah, dan atap rumah berbentuk limas akan langsung menyambut para travelers.

Bagi yang ingin mengunjungi tempat ini tidak akan dikenai biaya tambahan. Biaya tiket masuk sudah termasuk dari Vihara Majapahit yang sebelumnya dibahas. Diharapkan tidak datang dengan dalam keadaan kotor karena menurut mitos ketika seseorang datang dengan keadaan bernajis maka akan mengalami sesuatu yang buruk.

Candi Kedaton 

Tempat wisata selanjutnya yang dapat dikunjungi para wisatawan adalah Candi Kedaton atau Kedatuan. Terdiri dari 3 candi terkenal yaitu Candi Kedaton Probolinggo, Candi Kedaton Trowulan, Candi Kedaton Muaro Jambi. Lokasinya ada di Kampung Kedaton, Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Letak tempat ini tidak jauh dari Pendopo Agung Trowulan. Hanya berjarak sekitar 4,5 km. Sedangkan dari Museum Trowulan berjarak sejauh 1,7 km. Dapat ditemukan beberapa peninggalan situs purbakala di sekitar area candi ini. Para travelers dapat mengabadikannya dengan foto.

Di tengah komplek situs candi kedaton ini terdapat Sumur Upas yang sarat akan kisah yang berhubungan dengan Kebo Iwa. Kebo Iwa dititahkan untuk menggali sumur yang nantinya akan menjadi syarat untuk meminang sang Puteri. Namun ketika sumur berhasil digali oleh Kebo Iwa, Patih Gajah Mada menimbunnya kembali dan membubuhkan bubuk kapur hingga Kebo Iwa sesak nafas sebelum menusuknya dengan keris.

Di situs candi kedaton ini hampir semua bangunannya terbuat dari batu merah. Bagian bawahnya berbentuk persegi dengan bidang datar dan memiliki denah empat persegi. Sayangnya, fasilitas di Candi Kedaton ini belum memadai sehingga masih menyulitkan beberapa travelers yang ingin mampir. Terbuka untuk umum pada setiap hari dan 24 jam. Para travelers hanya dipungut biaya sebesar Rp 3.000 per orang saat memasuki Kawasan candi ini. Harap diperhatikan sampah agar tidak buang sampah sembarangan.

Kolam Segaran

Terakhir tempat wisata Mojokerto yang bisa didatangi oleh pengunjung adalah kolam segaran. Kolam ini pun cocok dikunjungi oleh para wisatawan yang suka memancing. Ditemani dengan pemandangan alam yang indah dan menyegarkan tentu suasana memancing akan semakin asik. Dari sisi kolam ini para wisatawan yang datang  bisa melihat indahnya perbukitan yang sangat jelas terbentang.

Lokasi kolam segaran ini ada di kawasan Trowulan dan nama desanya sesuai dengan nama kolamnya yaitu Desa Segaran. Kolam ini merupakan kolam tertua yang ada di Indonesia karena sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Terkadang di kolam ini ada prosesi Larung Sesaji yang diadakan oleh warga pada saat tertentu. Harga tiket untuk masuk ke kolam ini pun tidak ada alias gratis. Selain itu kolam ini juga buka 24 jam setiap harinya, jadi wisatawan bisa bebas datang kapan saja. 

Itulah ragam tempat wisata yang bisa dikunjungi saat sedang berada di Mojokerto. Banyaknya pilihan tempat wisata pasti dapat memuaskan perjalanan para travelers saat bertandang ke Mojokerto. Tempat wisata yang berada di Kabupaten Mojokerto ini lebih banyak situs bersejarah.

Jadi para wisatawan yang datang pun tidak hanya liburan tapi bisa lebih memahami sejarah tempat wisatanya. Harap menjaga kebersihan dimanapun para travelers berada dan senantiasa berdoa menurut agama yang dipercayai ketika memasuki tempat yang keramat agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

 

Baca Juga :   Memilih Paket Liburan Ke Bromo Murah 2018, ini 4 Kegiatan Yang Bisa Dilakukan

Yunita

Seorang penulis cerita yang aneh, suka jalan jalan dan pengen jalan jalan karena menulis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker